Cari Blog Ini

Sabtu, 29 November 2014

MODUL I "PENGUKURAN"

Definisi spesifikasi dan toleransi 


  1. Spesifikasi
               Spesifikasi adalah perincian jenis dan level komponen yang akan dipakai. Spesifikasi bisa    juga menjadi patokan atau acuan suatu alatt atau komponen yang digunakan. Dan sebagai menentukan bentuk dan ukuran suatu benda.
Contoh spesifikasi :




  2. Toleransi (tolerance)
Toleransi ukuran (dimensional tolerance) adalah perbedaan antara dua harga batas dimana ukuran atau jarak permukaan / batas geometri suatu komponen harus terletak. Kedua harga batas toleransi dapat dinyatakan sebagai penyimpangan (deviation) terhadap ukuran dasar yang sudah didefinisikan terlebih dahulu. Sedapat mungkin ukuran dasar dinyatakan dalam bilangan bulat. 
Penulisan Toleransi Ukuran/Dimensi
Macam macam toleransi.
.    a.   Toleransi Umum (SN 258440)
Toleransi unum biasanya dibagi menjadi menjadi tiga menurut tingkat ketelitian. Yaitu halus, menengah dan kasar :
.

b.    Toleransi ISO
  Merupakan jenis toleransi menurut standard internasional.



  • KESIMPULAN
             Pada praktek fisika pertama dengan materi pengukuran menggunakan alat dan bahan antara lain :
  • Mistar
  • Jangka Sorong
  • Gelas ukur 5 ml
  • Gelas ukur 10 ml
  • Papan
  • Gulungan Lakban
  •  Resistor
  • Tutup botol 
  • Air
             Dari praktek yang telah dilakukan oleh masing-masing mahasiswa yang telah dibagi dalam kelompok memiliki hasil yang berbeda-beda. hasil yang berbeda-beda tersebut terjadi karena berbagai faktor. dan faktor-faktor tersebut antara lain :
  • Ketidak akuratan alat ukur, karena masing-masing alat ukur memiliki tingkat ketelitian yang berbada-beda. 
  • Benda ukur yang tidak datar, seperti pada tutup botol mineral pada diameter bagian dalam.
  • Penerapan metode pengukuran yang berbeda-beda oleh setiap mahasiswa.
  • Ketidak telitian mahasiswa dalam melakukan pengukuran benda-benda. 
                 Dari hasil praktek pengukuran dengan alat dan bahan tersebut diatas dapa ditarik kesimpulan sebagai berikut :
  1. Tingkat ketelitian Jangka sorong lebih tinggi dari pada mistar. Jadi,ketepatan pengukuran dengan menggunakan Jangka sorong lebih akurat dari mistar.
  2. Jangka Sorong tidak hanya digunakan untuk mengukur Panjang, tetapi dapat mengukur diameter dalam dan luar suatu benda seperti pada lakban serta dapat mengukur kedalaman suatu lubang seperti kedalaman pada tututp botol. 
  3. Hasil Pengukuran harus dituangkan dalam bentuk tabel dengan baik agar tidak perlu dilakukan pengukuran ulang yang mengaibatkan lamanya proses perhitungan data kembali.
  4. Pengukuran harus dilakukan dengan kecermatan yang tinggi dan dilakukan dengan alat yang sesuai agar hasil pengukuran meminimalisirkan kesalahan.
  5. Mengukur itu sangat penting untuk dilakukan. Mengukur dapat dikatakan sebagai usaha untuk mendefinisikan karakteristik suatu permasalahan secara kuantitatif. Dan jika dikaitkan dengan proses penelitian atau sekedar pembuktian suatu hipotesis maka pengukuran menjadi jalan untuk mencari data-data yang mendukungnya.
     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar